Apa Itu Bolinger Bands dan Bagaimana Cara Membuatnya

Bolinger bands ialah satu dari teknik analisis teknikal yang cukup tak sedikit digunakan oleh para trader. Teknik ini pertama kali diciptakan dan dikenalkan ke public pada awal 1980an oleh John Bolinger yang berguna buat membandungkan antara volatilitas dan harga realitf salam sebuah periode analisa. Wujud dasar bolinger bands ini sendiri ialah tiga garis yang mempunyai pembatas atas dan bawah dan sebuah garis moving average yang difungsikan menjadi garis tengah bolinger.

Seperti yang sudah kita sebutkan sebelumnya, indikator ini mempunyai batasan atas dan bawah yang membentuk sebuah sabuk yang berguna sebagai pembatas harga. Di saat demand dan supply nggak berimbang satu sama lain maka bolinger bands akan melebar dikomparasi keadaan normal, ini memperlihatkan bahwa saat itu sedang terjadi volatilitas harga yang cukup besar hingga terjadi keadaan yang nggak berimbang seperti itu. Sekarang coba anda perhatikan gambar dibawah ini

Ada sebagian kecil peristiwa dimana demand dan supply nggak berimbang dan membikin penurunan harga. Dimana pada penurunan pertama harga turun dari puncak 1.25962 ke dasar di 1.23762 dan penurunan kedua saat harga ada di 1.25542 mengarah ke 1.24190. Dan sekarang anda bisa membandingkan saat harga sedang normal di sebagian kecil saat sebelumnya, ada sebuah perbadaaan yang cukup signifikan, dimana saat harga cenderung bergerak sideways, bolinger bands akan menjadi lebih sempit dari umumnya lantaran laju harga nggak secepat saat terjadi ketidak seimbangan antara demand dan supply.

Dengan kata lain indikator ini sangat berguna buat mengukur sebuah volatilitas namun sebenarnya indikator bolinger bands ini nggak dapat berdiri sendiri, ini hanya digunakan sebagai indikator awal saja buat mengukur volatilitas dan harga rata-rata. Ya, indikator bolinger bands bukan sebuah indikator action yang bisa membikin anda menetapkan kapan perlu open dan close. Jadi kita sangat memberikan saran anda juga memakai indikator lain yang bisa anda gunakan buat mengambl keputusan open buy atau open sell.

FORMULA MATEMATIS BOLINGER BANDS

Pada dasarnya bolinger bands ini terdiri dari tiga garis, yaitu bolinger atas, bawah dan garis tengahnya. Dimana garis garis ini sendiri didapatkan dari standar deviasi yang merupakan perhitungan statistik yang gunanya buat mengukur seberapa besar penyimpangan yang terjadi pada sebuah data.

Uper band = Simple Moving Average + (faktor pengali x standar deviasi)

Middle band = Simple Moving Average

Lower band = Simple Moving Average – (faktor pengali x standar deviasi)

Dimana yang dimaksudkan dengan faktor pengali disini ialah  [0.6174 x ln (periode Bollinger Bands)] + 0.1046.

Dimana rumus standar deviasi ialah sebagai berikut

Dimana Xi = data ke I dan X = rata rata

Disini data yang dipergunakan bukan saja harga penutupan saja seperti pada SMA pada umumnya. Yang digunakan disini ialah kombinasi antara harga tertinggi (high) harga terendah (low dan harga penutupan (closing price)

Pengambilan harga pada garis tengah bolinger ini ada dua jenis, memakai Typical Price dan Weighted Price

Namun hingga sekarang yang paling tak sedikit digunakan ialah typical price

KARAKTER BOLINGER BANDS

Seperti yang sudah anda ketahui sebelumnya, masing masing indikator dipastikan mempunyai karakternya masing masing yang lain halnya beda. Sama halnya dengan indikator bolinger bands ini, dimana ada hal beda yang membikin masing masing orang memaknakan indikator ini dengan caranya masing masing.

Hal ini sendiri diungkapkan oleh John Bolinger dimana sang pencipta bilang, walaupun ada tuntunan baku di dalamnya, rutin saja masing masing trader memiliki caranya sendiri buat memakai bolinger bands, bahkan ada juga trader yang memakai bolinger bands buat mengambil keputusan buy dan sell pendek dan panjang dengan memakai bolinger bands dan rancang bangun pada deviasinya.

Pada umumnya inilah karakter bolinger bands yang dapat anda ketahui

  • Pada umumnya indikator bolinger bands bukanlah indikator action, namun anda bisa mengkombinasikannya dengan sebagian kecil indikator action yang lainnya seperti RSI, Stochastic maupun momentum
  • Pada umumnya harga akan bergerak didalam bolinger namun bisa juga harga bergerak di dalam bolinger, dimana ini bisa menjadi tanda akan terjadi reversal atau bisa juga malah menjadi tanda penguatan trend yang saat itu sendang terjadi.
  • Makin kecil periode yang digunakan maka lebar sabuk bolinger akan makin kecil, berlaku juga melainkan.

Source link

Terimakasih telah membaca Apa Itu Bolinger Bands dan Bagaimana Cara Membuatnya.Dan anda adalah pembaca yang ke 89 kalinya,semoga bermanfaat!