CFD (Contract For Difference)

Harga CFD sangat berhubungan dengan harga saham yang menjadi induknya, sehingga CFD sangat vital bagi Anda untuk mengetahui kondisi fundamental saham perusahaan yang bersangkutan. Faktor-faktor ini termasuk:
  1. Sektor perusahaan
  2. Kapitalisasi pasar
  3. Kemampuan menghasilkan keuntungan   
  4. Rasio P/E   
  5. Pendapatan
1.      Sektor perusahaan

Kondisi sektor CFD dalam lingkungan industri yang dialami perusahaan sangat penting untuk dipahami agar keputusan transaksi dapat dilakukan dengan baik. Sebagai contoh misalnya pada tahun 2001, CFD saham sektor teknologi terpukul akibat kondisi yang tidak menentu pada sektor tersebut. Sementara pada tahun 2008, sektor perbankan yang terkena pukulan akibat krisis keuangan yang pertama kali mendera AS, kemudian berimbas ke ekonomi global.

2.      Kapitalisasi pasar

Secara umum, lebih baik bertransaksi saham CFD yang memiliki kapital besar dibanding saham yang berkapitalisasi kecil. Hal ini diperlukan untuk menjamin tidak terjadinya manipulasi oleh satu atau sebagian kecil pihak saja. Likuiditas yang tinggi memberikan jaminan kepada Anda tentang kemudahan untuk menutup posisi tanpa mengalami gangguan yang berarti. CFD atau saham yang berkapitalisasi kecil akan sangat mudah dimanipulasi oleh sebagian kecil pelaku pasar, atau oleh manajer investasi tertentu.

Hal ini juga yang membuat sebagian besar CFD yang ditawarkan oleh broker global adalah CFD yang memiliki kapital besar.
{break}
3. Kemampuan menghasilkan keuntungan

Sebuah perusahaan yang saham atau CFD-nya layak dibeli adalah perusahaan yang secara kontinyu menghasilkan keuntungan. Demikian juga sebaliknya, CFD atau saham yang layak dijual adalah saham yang perusahaannya kurang mampu menghasilkan keuntungan dengan baik. Ketika Anda memperhatikan kemampuan tersebut, pastikan Anda memeriksa beberapa faktor dibawah ini:

Net income – Atau pendapatan bersih ini adalah jumlah pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan setelah dikurangi seluruh biaya. Perusahaan yang CFD atau sahamnya layak dibeli adalah yang memiliki pendapatan bersih yang tinggi, yang jika memungkinkan, merupakan tertinggi dari rata-rata perusahaan yang ada pada industri yang sama.

ROE (Return on Equity) – CFD Sebuah perusahaan yang menghasilkan kinerja hasil berbanding ekuitas ini adalah perusahaan yang memiliki pertumbuhan kuat, yang jika mungkin memiliki ROE tertinggi dalam industrinya, adalah perusahaan yang layak untuk dibeli. ROE, dapat diperoleh melalui formula sebagai berikut:

Cashflow positif– Adalah jumlah dana atau modal likuid yang dimiliki oleh perusahaan tersebut yang digunakan untuk membayar biaya operasional atau hutang-hutang jangka pendek mereka. Sangat mungkin bagi sebuah perusahaan untuk memiliki cashflow negatif, walaupun CFD perusahaan tersebut berada dalam kondisi pertumbuhan dan menghasilkan keuntungan yang tinggi. Namun dana likuid yang cukup menjamin perusahaan tidak akan kesulitan dalam hal pembayaran tertentu. Perusahaan bisa saja menanam dana mereka ke dalam investasi tidak likuid, seperti pada tanah, mesin, gedung dll, yang tidak siap setiap saat jika diperlukan.

4. Rasio P/E

Rasio P/E adalah harga sebuah saham atau CFD perusahaan dibanding penghasilannya. Perusahaan yang menghasilkan keuntungan tinggi dan memiliki harga saham atau CFD yang rendah, berarti memiliki rasio P/E tinggi dan layak untuk dibeli. Dan sebaliknya, perusahaan yang memiliki harga saham rendah dan tingkat keuntungan yang juga rendah, merupakan saham yang tidak layak untuk dibeli. P/E dapat dihitung melalui formula:

Ketika memilih saham perusahaan, harga sendiri bukan merupakan faktor yang layak dijadikan pegangan untuk menentukan murah atau tidaknya sebuah saham atau CFD.
{break}

 cfd
Tabel 1: Review rasio P/E

Tabel 1 memberikan gambaran bahwa harga sendiri bukanlah merupakan faktor penentu murahnya sebuah saham atau CFD. Kelihatannya saham C adalah yang termurah, terlihat pada tabel pada baris pertama, namun pada kenyataannya tidaklah demikian, karena penghasilan yang perusahaan C sangatlah rendah, sehingga rasio P/E-nya juga paling tinggi. Dengan demikian, CFD saham perusahaan C merupakan yang termahal dibanding kedua rekannya yang lain. Dan saham A adalah yang relatif termurah berbanding penghasilannya, karena memiliki rasio P/E terendah.

5. Penghasilan

Penghasilan yang dilaporkan oleh perusahaan dapat secara signifikan mendorong penguatan saham dan CFD-nya, terutama jika laporan tersebut lebih tinggi dibanding perkiraan pasar. Penghasilan yang dilaporkan dibawah perkiraan tersebut, sebaliknya malah dapat menekan harga saham perusahaan.

cfd Saham Well’s Fargo
Gambar 1: Saham Well’s Fargo mengalami gap setelah laporan earnings.
Dalam gambar 1, CFD saham Well’s Fargo (WFC) ditutup pada harga $14.87. Setelah penutupan tersebut, perusahaan melaporkan penghasilan per saham mereka yang berada di atas harapan pasar sebelumnya. Analis memperkirakan penghasilan WFC hanya mencapai $0.41 per saham, sementara hasil aktual yang dilaporkan, WFC berhasil mengantongi keuntungan sebesar $0.55 sen per saham. Akibatnya, pada saat pembukaan pasar esok harinya, CFD saham WFC mengalami gap dan ditutup di harga $19.53.

Contoh diatas cukup untuk menggambarkan betapa pentingnya data penghasilan per saham, karena kemampuannya yang tinggi dalam mendorong atau menekan harga.

Terimakasih telah membaca CFD (Contract For Difference).Dan anda adalah pembaca yang ke 488 kalinya,semoga bermanfaat!