Pencucian Uang masih marak di Indonesia

Menurut yayasan Financial Action Task Force (FATF) , Indonesia masih masuk dalam satu dari list hitam negeri dengan kasus money laundry terbanyak. Hal ini diakibatkan lantaran masih kurang ketatnya peraturan di negeri Indonesia ataupun kesadaran masyarakatnya.

Seperti kasus-kasus korupsi, investasi bodong , bahkan media-media transfer uang yang nggak sahih seperti liberty reserve, webmoney, maupun broker-broker forex tidak sahih, dan semacamnya juga sangat marak di Indonesia, bahkan sudah terbujuk dan duit hilang pun juga masih nggak kapok-kapok. Hal-hal serupa ini bisa membikin image negatif akan negeri Indonesia yang akhirnya dapat mempengaruhi perekonomian negeri dan kemajuannya, sebab pemilik modal akan enggan masuk ke Indonesia yang dsiebabkan hal tsb.

Berikut berita selengkapnya:

Liputan6.com, Jakarta : Perusahaan Perangkat Lunak, Nice Actimize mengungkapkan Indonesia masih masuk dalam list hitam negeri yang belum memenuhi standar internasional anti pencucian uang (money laundering).

Head of Compliance for Actimize Europe Nice Actimize, Trevor Barrit menyebutkan perhimpunan internasional, Financial Action Task Force (FATF) mengeluhkan bahwa Indonesia belum dapat keluar dari list hitam. Sedangkan negeri ini dapat meningkatkan upaya anti money laundering dengan memberdayakan segala sektor.

“Indonesia belum sampai pada fase memuaskan (standar internasional) anti money laundering. Jadi masih kurang perhatikan tindakan kejahatan pencucian uang,” kata dia saat ditemui dalam acara Media Diskusi Anti Money Laundering & Fraud di Jakarta, Rabu (21/8/2013).

Lebih jauh Trevor menafsirkan, Indonesia sudah mempunyai regulasi atau peraturan buat pro preventif tindak kriminal tsb. Namun regulasi ini termasuk masih lemah.

“Sudah ada regulasinya, tapi masih kurang memuaskan. Lantaran bukan hanya tentang sumber tenaga manusia (SDM) dan waktu. Jadi perlu fokus,” terang dia.

Sayangnya, pada saat dikonfirmasi tentang list negeri mana saja yang gagal memenuhi standar FATF anti money laundering serta angka kejahatan kriminal pencucian uang, Trevor enggan membeberkannya.

Jika tak segera keluar dari list hitam ini, dia mengaku akan menjadi ancaman bagi Indonesia ke depan. “Jadi takut buat bekerja sama dengan Indonesia dan ini akan berhubungan dengan reputasi Indonesia,” tandas Trevor.

Source link

Terimakasih telah membaca Pencucian Uang masih marak di Indonesia.Dan anda adalah pembaca yang ke 76 kalinya,semoga bermanfaat!