Analisa Teknikal : Price Action

Price Action ialah jenis analisa teknikal yang paling dasar dan gampang buat dipelajari bagi mereka yang baru memasuki dunia trading forex. Namun, nggak hanya pemula saja yang menggunakan jenis analisa ini; tak sedikit trader besar yang sudah “ogah” menggunakan indikator akhirnya kembali ke teknik Price Action ini. Sebut saja Nial Fuller di kancah global, dan Rayner Teo di negeri tetangga Singapura. Satu dari keunggulan dari teknik jenis ini ialah nggak adanya lagging indikator yang bertugas dalam proses pengambilan keputusan. Sehingga proses pengambilan keputusan bisa menjadi lebih simpel, dan keadaan akal trader rutin terjaga; dan sudah jadi rahasia lumrah bahwa keadaan akal trader sangat mempengaruhi keputusan (baik teknikal ataupun interpretasi fundamental) dalam membuka posisi. Teknik ini dapat digunakan dalam pair apasaja dan dalam time frame manapun dan tentunya bebas biaya, lantaran anda nggak perlu membeli software/robot/indikator yang lainnya. Serta lantaran sistem yang simpel, teknik ini sering juga dikombinasikan dengan analisa lain buat memperbesar profit dari para trader.

 

Potret Lumrah

Pergerakan harga sebenarnya hanya dipengaruhi oleh 2 hal; yaitu besarnya jumlah permintaan (demand) dan jumlah penawaran (supply). Undang-undang ekonomi bilang bahwa : pada saat lebih tak sedikit permintaan daripada penawaran, maka harga barang akan naik; begitu pula melainkan. Teladan sederhananya, pada saat mendekati hari raya, harga cabai meningkat drastis dikarenakan banyaknya permintaan sementara jumlah cabai (penawaran) rutin; dan pada saat musim panen raya cabai tiba, harga cabai malahan turun dikarenakan jumlah cabai (penawaran) lebih tak sedikit daripada permintaan pasar. Fenomena sederhana ini berlaku universal, termasuk di ranah Forex. Berikut ialah contohnya :


Di chart diatas (pair EURUSD, TF 1H), dapat ditilik bahwa dari posisi 1, harga tiba-tiba turun dengan cepat dan kemudian merangkak naik ke posisi 2, kemudian melanjutkan tren turun.

Posisi awal mula dimana harga mulai “jatuh” ini bisa diakibatkan oleh tak sedikit hal; namun ada sebuah pola dimana harga akan bergerak kembali mengarah titik “jatuhnya” harga tsb sebelum meneruskan tren.

Posisi 1-2 ini kita sebut sebagai supply tingkatan; dimana pada saat harga menyentuh tingkatan tsb, jumlah penawaran (supply) terlalu tak sedikit tanpa adanya permintaan; sehingga harga kemudian akan jatuh.

ingat : pada saat penawaran > permintaan, maka harga barang (mata uang) akan turun.


 

Sementara dalam gambar kedua, kita bisa melihat bahwa pada saat harga mencapai zona “Base”, harga akan melanjutkan trend sebelumnya. Zona “Base” ini kita sebut dengan istilah demand tingkatan; dimana pada saat harga menyentuh tingkatan tsb, jumlah permintaan (demand) terlalu tak sedikit tanpa adanya penawaran; sehingga harga kemudian akan naik.

ingat : pada saat permintaan > penawaran, maka harga barang (mata uang) akan naik.


 

Penentuan Tingkatan

 

Setelah kita memahami penerapan undang-undang ekonomi tsb dalam forex, langkah setelah itu yang kita melakukan ialah menetapkan tingkatan; baik supply ataupun demand. Pada saat harga bertolak dari suatu titik, akan ada 4 pola universal yang ditemui, yaitu :

  1. Drop-Base-Rally (DBR), yang kemudian membentuk Demand tingkatan;
  2. Rally-Base-Drop (RBD), yang kemudian membentuk Supply tingkatan;
  3. Drop-Base-Drop (DBD), yang menandakan bahwa adanya perubahan tingkatan/trend di chart;
  4. Rally-Base-Rally (RBR), yang menandakan bahwa adanya perubahan tingkatan/trend di chart;

Tingkatan yang optimal / kuat, dapat ditilik dari adanya pola DBR / RBD (dimana harga langsung beranjak naik setelah menyentuh base). Jika anda berpatokan pada kriteria tsb, anda dapat meminimalisir Loss-trade yang dsiebabkan penentuan tingkatan yang kurang optimal.

 

Berikut ialah sedikit latihan yang bisa anda melakukan sekarang juga, buat memberikan nama pola yang terbentuk pada tingkatan-tingkatan yang diberi tanda lingkaran :

Setelah anda mengisi, anda dapat menyelaraskan jawaban anda dengan kunci jawaban yang ada dibawah ini.

Pada gambar ini, anda dapat menemukan adanya 2 tingkatan tersembunyi yang memakai pola DBD dan RBR. Pola ini terjadi pada saat adanya perubahan tingkatan; Base yang terbentuk dari DBD akan menjadi supply tingkatan, dan Base yang terbentuk dari RBR akan menjadi demand tingkatan.

Mengapa hal ini bisa terjadi ?

  • Pada saat harga bergerak turun dan menyentuh base, jumlah penawaran ternyata masih lebih tinggi daripada jumlah permintaan. Sehingga harga dipaksa buat turun mengarah base yang baru dan membentuk demand tingkatan yang baru sebelum akhirnya naik kembali.
  • Pada saat harga bergerak naik dan menyentuh base, jumlah permintaan ternyata masih lebih tinggi daripada penawaran, sehingga harga dipaksa buat naik dan membentuk Supply tingkatan yang baru sebelum akhirnya bergerak turun kembali.

 

Langkah yang dapat anda melakukan buat menghindari open posisi di DBD / RBR, ialah :

  1. Perhatikan Trend dari chart anda; selalu open posisi selaras dengan trend. Jika trend harga naik, maka pasang hanya posisi buy dan tunggu harga di demand tingkatan yang sudah anda tentukan.
  2. Makin sering tingkatan tsb berganti jenis (dari supply menjadi demand tingkatan, dan melainkan), maka makin lemah tingkatan tsb. Hindari membuka posisi di tingkatan tsb.
  3. News dalam forex dapat menjadi pendamping analisa anda, sehingga anda dapat melihat peluang jauh lebih cepat daripada trader teknikal yang lainnya. Silahkan check Review Pasar buat melihat review berita terkini dari kita.
  4. Teratur dan Risk Management yang hebat ialah kuncinya. Ingat, nggak ada trader yang selalu 100% profit dari setiap posisi yang dibuka.

Source link

  • conto dbd dan rbr di price action

Terimakasih telah membaca Analisa Teknikal : Price Action.Dan anda adalah pembaca yang ke 302 kalinya,semoga bermanfaat!