Mengenal Indikator RSI: Relative Strength Index

Satu dari indikator pertama yg diperkenalkan trader baru saat menemukan dunia analisa teknikal ialah RSI, atau indeks ‘Kekuatan Rata-rata’.

RSI diklasifikasikan sebagai ‘osilator momentum yg mengukur speed dan perubahan pergerakan harga.’

Tapi apa artinya itu?

Buat menetapkan indikator ini, pertama mari kita dapatkan asal usul di balik penciptaannya.

RSI dikembangkan oleh insinyur, matematikawan, dan pedagang J. Welles Wilder, yg dipresentasikan dalam karya terobosannya “Konsep Baru dalam Sistem Perdagangan Teknis”.

Pada saat itu, Pak Wilder ialah trader saham dan komoditas yg mendapat problem yg dapat diparafrasekan di sepanjang garis: “Walau trennya kuat terhadap kenaikan, bagaimana saya tahu kalau harga nggak terlalu mahal buat posisi yg panjang? “Atau kita bisa mengambil tipe pernyataan yg sama ke arah yg bertentanngan:” Jika trennya kuat ke sisi negatifnya, bagaimana saya tahu harga nggak terlalu terjangkau? “

Sebagai trader, tak sedikit dari kita pernah ke sana sebelumnya. Ambil Emas contohnyas. Ini ialah tren yg terjadi selama 9 tahun yg lebih baik, menyaksikan Gold turun dari tajam hingga ke tingkatan saat ini.

Sementara ’emas, sudah meningkat enam kali lipat nilainya, namun nggak seluruh kemerahan buat seluruh pedagang. Perhatikan bahwa selama tren naik ini, ada sebagian kecil periode di mana Emas terjual dari titik tertinggi. Perhatikan ‘Kotak kuning’, yg memperlihatkan periode di mana Emas betul-betul terjual – bergerak melawan tren kuat yg mendalam yg kita lihat pada chart sebelumnya.

Sementara chart di atas menegaskan tren kuat ke atas dan bias potensial buat posisi beli, ini juga perlu menyoroti bagaimana pembelian secara membabi buta dalam tren naik bisa menjadi jurus yg tak mudah bagi para trader.

Jadi itu nggak cukup hanya buat membeli tren, atau sekadar menjual tren turun (bahkan buat satu dari tren terkuat di dunia selama 10 tahun terakhir); Bagaimana saya bisa masuk ke dalam market?

Ini ialah satu dari jurusan dimana Indeks RSI dapat membantu. RSI akan menilai pergerakan harga yg dipamerkan di antara lilin buat periode X terakhir (dg x menjadi masukan yg digunakan oleh pedagang, umumnya 14 dg RSI).

Seiring perubahan harga, RSI akan mencatat perubahan harga ini – rata-rata terhadap pergerakan harga sebelumnya – dalam upaya buat memperlihatkan kekuatan harga.

Nilai yg lebih tinggi pada RSI umumnya memperlihatkan Bullishness, dan nilai yg lebih rendah umumnya akan memperlihatkan Bearishness.

Osilator terkadang ditata ke batas antara 0 dan 100. Di bawah ini Anda akan melihat diagram RSI dg batas bawah nihil, dan batas atas 100. Dalam teladan ini, digunakan periode masukan default 14 (yaitu Periode input yg paling lumrah digunakan dg RSI).

Ada sebagian kecil baris catatan tambahan dg Indeks Kekuatan Rata-rata.

Anda akan melihat ‘Mid-line’, di nomor 50 dilambangkan. Pedagang akan sering-kali memakai ini sebagai cut-off. Jika RSI dibaca di atas 50 – trader akan mempertimbangkan ‘trend to be bullish’. Jika RSI di bawah 50, trader akan sering menganggap ‘momentum bearish’.

Pedagang juga sudah mengambil langkah ini lebih jauh, dg gagasan bahwa jika RSI berjalan di atas 70 – pasangan nggak hanya bullish, tapi berpotensi ‘Overbought’. Atau di sisi lain, trader sering berasumsi bahwa jika RSI berada di bawah 30 – the pasangan nggak hanya bearish … mungkin ‘Oversold.’ Indikator RSI di bawah ini memperlihatkan tingkat berikut:

Jadi sekarang kita tahu sedikit tentang RSI, dan bagaimana trader bisa melihat indikator ini: Bagaimana ini bisa membantu saya masuk ke market?

Nah, ini ialah satu dari kegunaan yg lebih lumrah dari RSI. Ingat – dari chart harga pertama yg kita lihat, kita melihat uptrend besar yg dipamerkan Gold. Sebagai trader, cobalah buat mendapatkan peluang di sebelah sisi, jadi dg kata lain hanya ada posisi buy disini.

Perhatikan RSI buat menanti ‘Sinyal.’ Dan dalam kasus posisi Buy (alias Long Positions), saya dapat menanti RSI buat membaca ‘Oversold’, yg memperlihatkan kepada saya kelemahan jangka pendek tsb sudah menciptakan peluang membeli potensial dalam uptrend ini.

Dalam kasus posisi Long (atau Buy), tunggu RSI buat membaca ‘Oversold’, dan pada saat RSI mengabaikan daerah ‘Oversold,’ (di bawah 30),cari posisi paling baik buat beli

Berikut ialah teladan jurus masuk yg sama yg digunakan dalam posisi Short (atau Sell):

Seiring RSI turun dan menembus 70 (memperlihatkan kepada trader bahwa harga sedang mengabaikan ‘wilayah Overbought,’),segeralah mulai posisi jual

Ini ialah satu dari penggunaan Rata-rata yg lebih lumrah Indeks Kekuatan.

Source link

  • belajar mengenal rsi

Terimakasih telah membaca Mengenal Indikator RSI: Relative Strength Index.Dan anda adalah pembaca yang ke 218 kalinya,semoga bermanfaat!